Sabtu, 23 Oktober 2010

Tak Beretika Belajar Etika.

0

Tahun 2006, Yahya Zaini dari Fraksi Partai Golkar harus mengundurkan diri dari senayan akibat peredaran video mesumnya dengan penyanyi dangdut Maria Eva. Video syur itu menyebar pada 2006 dan menghebohkan serta membuat geger kalangan wakil rakyat, meski kemudian keduanya mengaku telah menikah siri.

Tahun 2007, Asisten pribadi (Aspri) Max Moein berinisial D, melalui Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) pernah melaporkan kekerasan seksual yang dilakukan Anggota DPR RI fraksi PDIP itu pada 22 Agustus 2007, lengkap dengan kronologis kejadian yang dialami.


Tahun 2008, terekam pembicaraan antara Al Amin Nasution, anggota DPR RI dari PPP, dengan sekda Bintan yang meminta bonus "barang bagus" berupa wanita penghibur untuk memuluskan alih fungsi hutan lindung Bintan. Rekaman yang diperdengarkan di Pengadilan Tipikor itu mengagetkan wartawan dan semua yang ada di ruangan.


Tahun 2009, Penasihat Hukum Departemen Dalam Negeri Kamboja, Christian Guth, membenarkan bahwa di Kamboja pernah terjadi kasus kejahatan yang melibatkan anggota DPR RI. Meski demikian, Guth menolak memberikan konfirmasi nama dua anggota parlemen tersebut sebelum memeriksa kembali dokumen terkait. Pada Juli 2005, dua anggota DPR Republik Indonesia ditangkap kepolisian Kamboja dengan tuduhan melakukan hubungan seksual dengan gadis di bawah umur.

Yang terkini, tahun 2010, seorang oknum anggota DPR berinisial ‘N’ adalah Muhammad Nazaruddin, Anggota Fraksi Partai Demokrat telah diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang SPG berinisial ‘D’ di hotel hotel Aston Bandung. Peristiwa itu tak jauh berselang dengan penyelenggaraan acara Partai Demokrat pada bulan Mei.

Kasus-kasus asusila anggota DPR RI tersebut diperkuat oleh pengakuan anggota BK DPR Ali Maschan Moesa yang menyatakan, pihaknya banyak menerima laporan terkait dugaan selingkuh. Atas pengaduan ini, BK masih melakukan verifikasi dengan menganut azas praduga tidak bersalah. Karena bisa saja, dugaan selingkuh itu merupakan jebakan lawan politik. Selain masalah selingkuh, BK juga menerima laporan penganiayaan, utang, bolos dan penipuan. Sepertinya para anggota dewan yang terhormat ini bermasalah dengan 'Etika'.

Sayangnya, bukan masalah itu yang membuat Badan Kehormatan akan melakukan study banding soal etika ke Yunani. Kunjungan yang akan dipimpin oleh wakil ketua BK, Nudirman Munir bertujuan untuk mempelajari hal remeh-temeh, bagaimana tata acara dalam persidangan, perilaku seperti merokok di dalam ruangan, izin keluar sidang, berbicara saat rapat, tata cara berpakaian dan sebagainya. Mungkin mereka tidak pernah belajar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Memang, hal remeh-temeh itu juga masih menjadi masalah bagi anggota DPR RI, merokok di ruang sidang, asal bunyi dalam komentar-komentar interupsi, membolos saat rapat soal rakyat, tidur di ruang sidang dan sebagainya selalu dipertontonkan ke publik, tapi keputusan untuk belajar mengatasi masalah itu dengan berkunjung ke Yunani dan menghabiskan sekitar Rp. 1,5 Milyar uang rakyat sungguh tidak masuk akal dan tak beretika. Forum Rektor menilai langkah ini mengada-ada, selain karena Yunani Modern sudah tidak lagi terdengar kiprahnya, negara kita juga memiliki pakar-pakar etika yang bersedia dipanggil untuk mengajar di Senayan.

Bukankah Allah SWT telah memberikan kita contoh teladan yang paling baik dalam diri Rasulullah SAW dan para pemimpin Islam terdahulu.

Tanpa bermaksud provokasi, rakyat Indonesia harus terus mengawasi ulah para anggota dewan pemeras rakyat ini, sanksi yang paling masuk akal bagi mereka adalah tidak perlu dipilih lagi dalam pemilu berikutnya. Kita juga tak perlu taat pada pemimpin model lintah macam mereka, seperti kata Umar bin Abdul Aziz sang Mukjizat Islam, "Wahai sekalian umat manusia! Taatlah kamu kepada aku selagi aku taat kepada Allah dalam memimpin kamu dan sekiranya aku tidak taat kepada Allah, janganlah sesiapa mentaati aku”.

0 comments:

Posting Komentar

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting