Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 12 Mei 2010

Kisah Fiktif Belaka

0

Belum lama ini ada sebuah iklan layanan masyarakat di televisi yang menggambarkan adegan dua orang sahabat, yang pertama seorang pengusaha, sebut saja namanya Andi Kosangsi, pengusaha sukses ini pandai memanfaatkan peluang, Bahkan ketika para pegawai Direktorat Jenderal Pajak mendatanginya dengan lembaran tagihan senilai ratusan milyar rupiah, dia mengelak dan meminta tenggat waktu pembayaran.

Andi Kosangsi senyum puas ketika memory otaknya mengingat sebuah nama, Gayus Hamburan, teman sekolahnya seperjuangan yang kini bekerja di Ditjen Pajak. Dulu ketika sekolah, mereka berdua sangat akrab, berangkat sekolah bersama, membolos bersama, pulang bersama, bahkan mengincar cewek yang sama...

Singkat cerita, Andi Kosangsi menemui Gayus di kantornya, ruangan Gayus cukup besar, di salah satu dindingnya ada gambar Garuda Pancasila, simetris di bawahnya ada gambar Presiden SBY dan wakilnya, Boediono. Lebih di bawah lagi ada foto istri dan anak gayus serta foto dua orang bersahabat ini ketika sekolah dulu, tampak di foto mereka berdua berangkulan dengan baju SMU yang tercorat-coret cat semprot dan spidol, nyatalah foto itu diambil ketika habis UN.
selanjutnya terjadilah percakapan yang sering kita dengar di televisi...

“Kawan, kemarin aku diperiksa anak buahmu, pajaknya gede banget... Tapi... Bisa diatur kan???”, Andi Kosangsi dengan santainya berbicara.

Gayus tampak bimbang ketika memilih kata-kata untuk menjawab permintaan temannya itu, ia teringat ketika diambil sumpah jabatannya untuk mengabdi kepada Negara tanpa KKN. Di sisi lain ia juga ingat persahabatannya yang indah bagaikan kepompong dan siap menjadi kupu-kupu....

Masih ingatkah kelanjutan kisah Iklan pajak ini??? Mari kita belokkan sedikit... ingat, kisah ini mudah-mudahan hanya fiktif belaka...!!!

Gayus pun mengangguk mengiyakan permintaan sahabatnya,
“Gampang di atur itu kawan, asal persenannya cocok, 28 M cocoklah..!!!”, ucap Gayus.

kembali mereka berangkulan seperti di foto yang melekat makin erat di dinding kantor, yang jatuh ke lantai kemudian pecah adalah gambar Garuda Pancasila, dasar negara itu lagi-lagi dikhianati oleh perampok yang belakangan lebih sering di sebut Oknum. Hebatnya lagi, dua foto yang simetris di bawah tempat gambar garuda pancasila itu tadi tergantung, malah senyum makin manis...

Mari, kita membayar pajak tepat pada waktunya, dan menyampaikan SPT penghasilan sebelum 30 april 2010, karena alasan efisiensi, blanko SPT tidak lagi dikirim ke alamat wajib pajak, melainkan dapat diambil di Kantor Pelayanan Pajak terdekat atau di akses di Situs Direktorat Jenderal Pajak . Pajak anda membangun bangsa.

Jangan lupa berdoa agar negara ini dibersihkan dari persahabatan yang merugikan rakyat. Amin ya Allah... Amin.

Iklan layanan Masyarakat ini ditutup dengan slogan, “Hari gini gak bayar pajak?, apa kata dunia?”...

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting