Kamis, 19 Januari 2012

Pengaruh Kehadiran Minimarket Terhadap Pendapatan Pedagang Kios Tradisional

2

Industri ritel memiliki kontribusi terbesar kedua terhadap pembentukan Gross Domestic Product (GDP) setelah industri pengolahan Selain itu, industri ritel pun memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia khususnya masyarakat Indonesia. Industri ritel menempatkan diri sebagai industri kedua tertinggi dalam penyerapan tenaga kerja Indonesia setelah industri pertanian. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya pada industri ritel.

Oleh karena itu, industri ritel dapat dikategorikan menjadi industri yang merupakan hajat hidup orang banyak karena sekitar 10% dari total penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dengan berdagang. Dengan karakteristik industri ritel yang tidak membutuhkan keahlian khusus serta pendidikan tinggi untuk menekuninya, maka banyak rakyat Indonesia terutama yang tergolong dalam kategori UKM masuk dalam industri ritel ini. Dalam perkembangannya, justru pedagang-pedagang kecil inilah yang mendominasi jumlah tenaga kerja dalam industri ritel di Indonesia. Pedagang-pedagang ini menjelma menjadi pedagang pasar tradisional, pedagang toko kelontong bahkan masuk ke industri informal yaitu Pedagang Kaki Lima (PKL).

Namun Saat ini, hampir di tiap sudut-sudut jalan perkotaan, sangat mudah kita menjumpai hadirnya usaha ritel modern, baik berupa hypermarket, supermarket dan minimarket. Hal ini dikarenakan pemerintah memberlakukan liberalisasi pada tahun 1998 ditandai dengan ditandatanganinya letter of intent dengan IMF yang memberikan peluang investasi kepada pihak asing untuk masuk dalam industri ritel.

Sejak saat itu, peritel-peritel asing mulai berdatangan dan meramaikan industri ritel Indonesia. Beberapa contohnya adalah Continent, Carrefour, Hero, Walmart, Yaohan, Lotus, Mark & Spencer, Sogo, Makro, Seven Eleven, dan lain-lain. Ritel modern tersebut terbagi menjadi beberapa skala usaha yakni Department Store, Hypermarket, Supermarket, dan Minimarket.

Hipermarket adalah bentuk pasar modern yang sangat besar, dalam segi luas tempat dan barang-barang yang diperdagangkan. Selain tempatnya yang luas, hipermarket biasanya dan memiliki lahan parkir yang luas. Dari segi harga, barang-barang di hipermarket seringkali lebih murah dari pada supermarket, toko, atau pasar tradisional. Ini dimungkinkan karena hipermarket memiliki modal yang sangat besar dan membeli barang dari produsen dalam jumlah lebih besar dari pada pesaingnya, tetapi menjualnya dalam bentuk satuan. Contoh Hypermarket diantaranya Carrefour, Hypermart, Giant Hypermarket, dan lain-lain. Hypermarket itu lebih besar dari Supermarket. 

Supermarket adalah sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Kata yang secara harfiah yang diambil dari bahasa Inggris ini artinya adalah pasar yang besar. Barang barang yang dijual di supermarket biasanya adalah barang barang kebutuhan sehari hari. Seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya. Contoh Supermarket diantaranya Giant Supermarket, Carrefour Express, Gelael, Foodmart, Foodmart Gourmet, Super Indo, TipTop Supermarket dan lain-lain.
Minimarket sebenarnya adalah semacam toko kelontong yang menjual segala macam barang dan makanan, namun tidak selengkap dan sebesar sebuah supermarket. Berbeda dengan toko kelontong, minimarket menerapkan sistem swalayan, dimana pembeli mengambil sendiri barang yang ia butuhkan dari rak-rak dagangan dan membayarnya di kasir. Minimarket yang ada di Indonesia adalah Alfamart, Indomaret, Ceriamart, Starmart, Circle K, dan lain-lain.

Khusus untuk minimarket, Penyebarannya telah mencapai daerah-daerah pinggiran kota yang memiliki jumlah penduduk padat. Menurut Lembaga Riset Nielsen, pada tahun 2010 jumlah minimarket di Indonesia mencapai 18.727 unit. Jumlah minimarket yang semakin bertambah dari tahun ke tahun menyebabkan persaingan yang ketat. Sehingga keberadaan pedagang kios tradisional semakin terhimpit dalam persaingan yang ketat ini. Data Nielsen juga menunjukkan toko atau kios tradisional di kota besar dan pedesaan menurun 2 - 4 persen di 2010.

Persebaran minimarket pada satu sisi memiliki dampak yang baik, hal ini membuktikan adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan menciptakan investasi, namun di sisi lain hal ini dapan menyebabkan kelesuan para pedagang kios tradisional, bahkan mematikan usaha mereka. Kehadiran  pasar modern tersebut telah memunculkan iklim persaingan yang tidak sehat yang merugikan pedagang kios kecil. Tidak menutup kemungkinan, kondisi yang timpang tersebut juga berpotensi munumbuhkan benih-benih kecemburuan sosial di antara para pelaku perdagangan.  membuat  pedagang  kios  kecil  semakin terpuruk bahkan mati karena tergerus keberadaan minimarket yang menawarkan kenyamanan berbelanja, kemudahan pembayaran, kualitas produk yang lebih baik dan nilai plus lainnya bila dibandingkan dengan apa yang dapat ditawarkan oleh pedagang  Kios tradisional. Terlebih lagi sekarang  banyak  bermunculan  minimarket yang membuka  tokonya  24  jam  sehingga  persaingan  antara  mini  market  dengan pedagang kios kecil semakin tidak seimbang.

Dalam Perpres No. 112/2007 Pasal 1 Ayat 12 telah dinyatakan bahwa zonasi, yaitu  jarak minimarket minimal 1 (satu) km dengan pedagang kios kecil atau tradisional, namun pada kenyataannya, saat ini kita dapat menemukan minimarket yang bersebelahan dengan kios ataupun pasar tradisional. Ditambah lagi dengan buruknya kondisi kios tradisional, kondisi ini haruslah mendapat penangan yang serius dari  pemerintah karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Menjadikan kios kecil kelas rumah tangga sebagai tempat perbelanjaan yang nyaman dan menarik  adalah  suatu  tantangan  diupayakan pemerintah sebagai rasa tanggung jawab kepada publik serta harus mendorong pedagang tradisional untuk  melakukan perubahan pelayanan layaknya pedagang modern agar tidak tersingkir dalam perebutan konsumen.

Di Makassar, saat ini terdapat sedikitnya 83 gerai minimarket dan akan bertambah 20 gerai baru yang telah mengantongi izin Pemerintah Kota Makassar, Belum lagi gerai-gerai minimarket lokal yang juga banyak bermunculan. Minimarket ini tersebar di seluruh wilayah kota, saling bersaing satu sama lain, bahkan saling berhadap-hadapan. Sementara kios tradisional terus berupaya bertahan ditengah persaingan.

Read more

Sabtu, 14 Januari 2012

Shawsank Redemption

0

In 1947, banker Andrew "Andy" Dufresne (Tim Robbin) is convicted of murdering his wife and her lover, based on circumstantial evidence. He is sentenced to two consecutive life sentences at Shawshank State Penitentiary in Maine, run by Warden Samuel Norton (Bob Gunton). During the first night the chief guard, Byron Hadley (Clancy Brown), savagely beats a newly arrived inmate who later dies in the infirmary. Andy befriends Ellis Boyd "Red" Redding (Morgan Freeman), an inmate serving a life sentence whose paroleapplication was recently rejected. Red is known for obtaining contraband and is able to procure a rock hammer for Andy, allowing him to create small stone chess pieces. Red jokes that Andy might use it to break out until he sees how small the hammer is. Andy later obtains a large poster of Rita Hayworth from Red, followed in later years by Marilyn Monroe and Raquel Welch.
During the first two years of his incarceration, Andy works in the prison laundry. He attracts attention from "the Sisters", a group of prisoners who sexually assault other prisoners, and their leader Bogs (Mark Rolston). Though he persistently resists, Andy is beaten and raped on a regular basis.
Later, Andy overhears Hadley complain about having to pay taxes on a forthcoming inheritance and, after explaining a legal loophole to him, is reassigned to assist the prison librarian, elderly inmate Brooks Hatlen (James Whitmore), a pretext to allow him to work on financial requests full time. His financial advice is soon sought by other guards at Shawshank and by visiting guards from nearby prisons. Hadley delivers a crippling beating to Bogs, after his gang's brutal assault puts Andy in the infirmary. Andy is left alone by the gang from then on.
Using his goodwill with Norton, Andy helps to expand the prison library by writing weekly letters to the state government for funds. When one donation to the library provides him with a recording of The Marriage of Figaro, he plays an excerpt over the public address system, well aware he will receive solitary confinement for doing so. Norton develops a scheme that uses prison labor for public works, undercutting the cost of skilled labor and receiving kickbacks. He has Andy launder the money under the false identity of "Randall Stevens", in exchange for allowing him to keep his private cell and continue maintaining the library. Brooks is freed on parole and moves into a halfway house, but unable to adjust to the outside world, he hangs himself and the expanded library is dedicated to him.
In 1965, Tommy Williams (Gil Bellows) is incarcerated on robbery charges. He joins Andy and Red's circle of friends, and Andy assists him in getting his GED. When he hears the details of Andy's case, Tommy reveals that an inmate at another prison, Elmo Blatch (Bill Bolender), claimed to have committed a nearly identical murder, suggesting Andy's innocence.
Fearing Andy might tell of his corruption if released, Norton refuses to cooperate. After they argue, he throws Andy into solitary confinement for two months. Norton has Hadley kill Tommy, making it look like a failed escape attempt.
Andy returns to his regular cell block and tells Red of his dream of living in Zihuatanejo, a Mexican Pacific coastal town, and setting up a hotel with boat rides for his customers. While Red shrugs it off as unrealistic, Andy instructs him, should he ever be freed, to visit a specific hayfield near Buxton to retrieve a package.
The next day at roll call, Andy's cell is empty. When Norton, angry at Andy's disappearance, throws one of Andy's rocks at the poster of Raquel Welch, the rock tears through the poster, revealing a tunnel that Andy dug with the rock hammer over the last two decades. The night before, Andy switched Norton's ledger with his prison-issue Bible, took the ledger, his chess set, and one of Norton's suits and escaped through the tunnel and a narrow sewage drain during a thunderstorm.
After escaping, Andy poses as Randall Stevens to withdraw most of the corruption money from several banks, then sends evidence of Norton's corruption and murder of Tommy to a local newspaper. The police arrive at the prison and Hadley is arrested, but Norton commits suicide to evade arrest.
Red receives parole after serving 40 years and is allocated the apartment where Brooks committed suicide, and works at the same grocery store. Just like Brooks, Red begins to fear the outside world. Remembering Andy's advice, he visits Buxton and finds a cache of money as well as a note left by Andy, telling him to get to Zihuatanejo. Red violates his parole and travels to Fort Hancock, Texas to skip the border to Mexico. The two are happily reunited on the beach to begin a new life.

Read more

Penting, Milikilah e-KTP.

0

Sudahkan anda membuat e-KTP?  Atau mungkin anda belum menerima undangan untuk membuat e-KTP di kantor kecamatan masing-masing? Segeralah daftarkan diri anda untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk generasi terbaru yang berlaku secara nasional, jadi anda tidak perlu membuat KTP lokal untuk memperoleh perizinan di suatu daerah. Contoh manfaat e-KTP ini salah satunya adalah anda bisa membuka rekening bank di sebuah daerah tanpa harus menjadi penduduk daerah tersebut.

Proses pembuatannya kurang lebih sama dengan generasi sebelumnya namun lebih banyak menggunakan komputerisasi dalam proses perekaman datanya. Data yang diambil adalah sidik jari, rekaman retina mata, foto wajah dan tanda tangan. Data-data itu kemudian disimpan ke dalam database nasional. Maka kelak jika program e-KTP telah selesai, tidak akan ada lagi seseorang di Negara ini yang memiliki lebih dari satu Kartu Tanda Penduduk.

Pemerintah menargetkan program e-KTP ini selesai sesegera mungkin, maka jangan heran jika belakangan ini seluruh kantor kecamatan penuh sesak dengan antrian masyarakat yang ingin membuat e-KTP. Antrian ini pulalah yang membuatku berterima kasih pada pemerintah.

Antrian panjang, seperti hari itu, bersama sekitar 300 kepala keluarga dari kelurahan yang sama denganku. Ada yang datang sejak subuh, tidak sedikit yang mengeluh mengenai terbuangnya waktu untuk mengantri, mengeluh mengenai pelayanan yang lambat dan tidak professional, mengeluh mengenai cuaca yang selalu berubah-ubah. 

Ingatlah kawan salah satu tipikal orang Indonesia, memulai percakapan dengan sebuah keluhan. Biasanya orang yang tidak saling mengenal akan memulai perbincangan dengan mengeluh, seperti seorang bapak di sebelahku, “Musim hujan tapi kalo ada matahari, panas sekali rasanya”, katanya kepada bapak lainnya. “Ededeh,  gara-gara antri begini, ndak adami yang antar anakku ke sekolah”, seorang ibu dongkol. “Lamanya pelayanannya ini deh”, seorang pemuda menggerutu. Tapi setelah itu, semuanya mulai akrab saling berbagi cerita. Kawan, selain berbagi rokok, bercerita tentang sepakbola, politik dan humor, mengeluh juga terbukti ampuh untuk memulai suatu perbincangan. Antrian panjang, ini akan memakan waktu yang lama tapi aku sangat bersyukur. Walaupun sangat jarang, kali ini aku harus berterima kasih pada pemerintah.

Dari sekitar 700 orang yang berkumpul di halaman kantor kecamatan, aku hanya mengenal sekitar 10% diantaranya padahal semua adalah tetanggaku, satu kelurahan denganku. Karena itulah aku berterima kasih pada pemerintah yang telah mengumpulkan kami dari segalama macam latar belakang yang berbeda-beda di sebuah pagi yang cerah walau musim sedang tidak bersahabat. Jika ini di kampong, pasti semua orang sudah saling mengenal dan antrian semacam ini akan menjadi kegiatan yang paling menyenangkan. Dengan segala kesibukan kota, antrian semacam ini menjadi kegiatan untuk mulai mengenal para tetangga dan membuatnya menjadi menyenangkan. Penting, milikilah e-KTP dan nikmati proses pembuatannya.

Entah karena pelayanannya yang memang lambat atau jumlah warga yang terlalu banyak, aku baru selesai pada pukul 13.30 setelah 6 jam mengantri dan saling mengenal satu sama lain. Aku pulang setelah meningkatkan jumlah kenalan di antara para tetanggaku itu menjadi sekitar 20%. Jika ada lagi antrian seperti ini yang dibuat pemerintah, dengan senang hati akan kuhadiri. Dengan saling mengenal, semoga hidup kita yang singkat ini menjadi lebih bermakna. Seperti kata Ralph Waldo Emerson, “Its not the length of life, but depth of life”.

Read more

Rabu, 11 Januari 2012

Putudanngi Tudammu, Puonroi Onrommu

0


Berkaca dengan cermin cekung akan membuat bayangan anda menjadi maya, tegak, diperbesar. Cermin inilah, yang walaupun sangat sulit, tapi akan lebih mudah mengakui ketimbang membantahnya, seringkali digunakan oleh orang Bugis. Dengan berkaca pada cermin cekung, bayangan dirinya akan menjadi tidak nyata dan mengalami pembesaran. Oleh karena itulah, maaf, orang Bugis cenderung suka pamer kekayaan, jabatan, gelar kebangsawanan maupun akademik dan lain sebagainya. Ini sepertinya melenceng dari kaidah-kaidah ideal orang Bugis pada masa lalu yang tercatat dalam lontara’. 

Read more

Minggu, 25 Desember 2011

Pesan Sang Ibu

0

 
5 tahun sudah ketika pertama kali kami diperdengarkan pada sebuah pesan, pesan yang disampaikan dengan backsound sebuah lagu, lagu yang semua Mahasiswa Indonesia pasti pernah mendengarnya. Sebuah lagu yang wajib dinyanyikan oleh Mahasiswa dan yakinlah, pesan dalam lagu ini akan membuat semua yang menyanyikan dan mendengarnya, Merinding...




Pesan Sang Ibu

Tatkala aku menyarungkan pedang
dan bersimpuh di atas pangkuanmu
tertumpah rasa kerinduanku pada sang ibu
tangannya yg halus mulus membelai kepalaku
bergetar seluruh jiwa ragaku
musnahlah seluruh api semangat juangku
namun sang ibu berkata…

“anakku sayang apabila kakimu sudah melangkah di tengah padang
tancapkanlah kakimu dalam-dalam
dan tetaplah terus bergumam
sebab gumam adalah mantera dari dewa-dewa
gumam mengandung ribuan makna
apabila gumam sudah menyatu dengan jiwa raga
maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan
yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar
yang nantinya akan mampu merobohkan istana yg penuh kepalsuan
gedung-gedung yg dihuni kaum munafik"

"tatanan negeri ini sudah hancur anakku
dihancurkan oleh penguasa sang negeri ini
mereka hanya bisa bersolek di depan kaca
tapi membiarkan punggungnya penuh noda
dan penuh lendir hitam yang baunya kemana-mana
mereka selalu menyemprot kemaluannya dengan parfum luar negeri
diluar berbau wangi didalam penuh dengan bakteri
dan hebatnya penguasa sang negeri ini
pandai bermain akrobat
tubuhnya mampu dilipat-lipat yg akhirnya pantat
& kemaluannya sendiri mampu dijilat"

"anakku.. apabila pedang sudah kau cabut janganlah surut..
janganlah bicara soal menang dan kalah
sebab menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi
mimpi-mimpi muncul dari sebuah keinginnan
keinginan hanyalah sebuah kayalan yg hanya akan melahirkan harta
& kekuasaan harta dan kekuasaan hanyalah balon-balon sabun yg terbang di udara
anakku asahlah pedangmu ajaklah mereka bertarung di tengah padang
lalu tusukan pedangmu ditengah-tengah selangkangan mereka
biarkan darah tertumpah di negeri ini
satukan gumam-mu menjadi revolusi…"


Sebagian dari kami bahkan sampai menagis mendengar pesan itu, terbayang wajah Ibu-ibu kami, yang melahirkan dan membesarkan kami, dengan ikhlas melepaskan kami ke dunia yang penuh dengan kegelisahan, Ke Negeri yang tatanannya sudah di hancurkan oleh penguasa.  

Seiring dengan berakhirnya "Pesan Sang Ibu", hari itu kami berjanji, Apabila pedang sudah tercabut, tak akan pernah kami surut. Kami akan terus mengasah pedang dan menusukkannya ke tengah-tengah selangkangan para Penguasa yang hanya bisa bersolek di depan kaca tapi membiarkan punggungnya penuh noda dan penuh lendir hitam yang baunya kemana-mana...

Di sini negeri kami
tempat padi terhampar luas
samuderanya kaya raya
tanah kami subur, Tuhan.

Di negeri permai ini

berjuta rakyat bersimbah luka
anak kurus tak sekolah
pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya

tergusur dan lapar

Bunda, relakan darah juang kami

tuk membebaskan rakyat

padamu kami berjanji

padamu kami berbakti
tuk membebaskan rakyat






Read more

Jumat, 04 November 2011

Narekko de’ siri’mu, inrekko.

1

Taro-taroi alemu siri’, Narekko de’ siri’mu, inrekko.
Lengkapilah dirimu dengan harga diri, jika tak ada harga dirimu, pinjamlah!
Nasehat berbahasa bugis ini sepertinya harus dicamkan baik-baik oleh para remaja Indonesia. Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pra nikah. Di beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pra nikah juga dilakukan sebagian remaja. Misalnya saja di Surabaya tercatat 54 persen, di Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan, rata-rata setengah dari jumlah remaja remaja terjerumus kedalam masalah ini. Bayangkan berapa jumlah anak-anak Indonesia yang kehilangan harga diri, jumlah remaja (15-19 tahun) di Indonesia mencapai 43 juta jiwa, tinggal dikalikan saja dengan persentasenya.
Kenyataan miris ini harus segera diatasi, mengingat pada tahun 2006 BKKBN pernah merilis hasil survei di kota-kota besar mulai Jabotabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, masih berkisar 45 persen remaja yang mengaku melakukan hubungan seks sebelum nikah. Percepatan peningkatan jumlah seks bebas di kalangan remaja yang mencapai 5 persen dalam lima tahun ini harus segera dihentikan jika kita tidak ingin mencapai angka 100 persen beberapa tahun yang akan datang.
Ada beberapa faktor yang mendorong para remaja ini melakukan seks di luar nikah, diantaranya pengaruh pergaulan bebas, faktor lingkungan dan keluarga yang mendukung prilaku tersebut, serta pengaruh perkembangan teknologi media massa, untuk diketahui, ada sekitar 4.000.000 situs porno yang bisa diakses dengan mudah di Indonesia. Kemajuan teknologi pula yang belakangan menyediakan tontonan pornografi gratis di ponsel-ponsel remaja kita, celakanya, tontonan itu ikut dipraktekkan dan akhirnya memunculkan kasus-kasus video porno anak sekolah, ada yang bersetting lokasi di dalam kelas, di taman sekolah, di kamar kos, hingga di balik sekat-sekat bilik warnet.
Hasil penelitian Synovate Research lebih rinci lagi, 44% responden mengaku mereka sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16 sampai 18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapat antara usia 13 sampai 15 tahun. Selain itu, rumah menjadi tempat paling favorit (40%) untuk melakukan hubungan seks. Sisanya, mereka memilih hubungan seks di kos (26%) dan hotel (26%). Uniknya, para responden ini sadar bahwa seharusnya mereka menunda hubungan seks sampai menikah (68%) dan mengerti bahwa hubungan seks pra nikah itu tidak sesuai dengan nilai dan agama mereka (80%). Namun ironis karena ketika mereka ditanya tentang bagaimana perasaan mereka setelah kehilangan keperawanan atau keperjakaannya, hanya 47 persen yang mengaku takut hamil, berdosa atau ketahuan orang tua, ini pertanda bahwa moral, akhlak dan akidah sebagian remaja sudah merosot ke titik nadir.
Yang perlu kita lakukan?
Masalah ini wajib diberi perhatian, jangan sampai dibiarkan terus-menerus mengikuti perkembangan zaman dengan alasan globalisasi, kita adalah Indonesia, sebuah bangsa dengan kultur yang beradab, sebuah negara yang dilandasi nilai-nilai kesusilaan dan keberagaaman, jangan sampai Tuhan menurunkan murkanya pada kita.
Peran orang tua dalam memberikan pendidikan seks kepada anak-anaknya sejak dini samgat penting. Laki-laki sejak lahir sudah dilengkapi dengan ‘penis’, sama halnya perempuan dan ‘vagina’. Yang perlu dilakukan para orang tua cukup sederhana, siapkan jawaban pada anak-anak kita sedini mungkin jika suatu saat mereka bertanya mengapa penisnya berdiri ketika melihat keindahan perempuan, atau mengapa ada getaran-getaran nafsu yang mereka rasakan ketika melihat lawan jenisnya. Orang tua harus terbuka, agar anak-anak tak bertanya lebih-lebih mencoba sembarangan.
Tak perlu ke Yunani jika ingin beretika, Tak perlu belajar jauh-jauh tentang pemecahan masalah ini, kita hanya harus kembali ke nilai-nilai yang dikandung budaya kita, anak-anak dan remaja sebaiknya kembali diakrabkan dengan budaya bugis, yakni ‘siri’ (harga diri)’, suatu keadaan dimana harga diri dan martabat dijunjung tinggi, baik diri sendiri maupun keluarga. Ceritakan pada mereka kisah tentang la’Pabbelle’ putra Arung Matoa Wajo X La Pakoko Topabbele’ yang memperkosa wanita di kampung Totinco kemudian dijatuhi hukuman mati oleh ayahnya sendiri agar mereka paham akan pentingnya harga diri. Dengan siri’ anak-anak kita akan tahu bahwa seseorang yang tidak mempunyai malu atau harga diri bagaikan seonggok bangkai yang berjalan, seperti kata pepatah bugis, ‘’siri’e mi to riaseng tau”, hanya karena harga dirilah, kita dinamakan manusia.

Dimuat di Kendari News, Portal Informasi Sultra Untuk Dunia.

Read more

Minggu, 02 Oktober 2011

Eduard Fonataba, Bupati di Papua yang Dapat Tiga Penghargaan Muri

0









Tiga penghargaan sekaligus dari Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) diperoleh Bupati Sarmi, Papua, Eduard Fonataba. Pertimbangan pertama Muri, Fonataba dianggap membangun rumah paling banyak untuk rakyat. Kedua, dia membeli truk paling banyak untuk rakyat. Ketiga, dia melakukan kunjungan kerja paling sedikit ke luar daerah.

KETIKA diberi ucapan selamat atas penghargaan yang diterima Sabtu lalu (28/8), Fonataba berekspresi biasa-biasa saja. Dia tak menganggap istimewa penghargaan tersebut. "Sebab, yang saya lakukan adalah kewajiban seorang pemimpin daerah," kata pria kelahiran 6 Oktober 1951 tersebut.
 
"Untuk menjalankan amanat rakyat itu, waktunya terbatas. Saya sadar, tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin. Karena itu, waktu yang ada saya gunakan untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat," tuturnya.

Fonataba mulai memimpin Kabupaten Sarmi pada 2005. Nama Sarmi diambil dari huruf depan suku-suku di sana, yakni Sobe, Airmati, Rumbuway, Manirem, dan Isirawa. Sarmi adalah kabupaten baru di Papua, hasil pemekaran Kabupaten Jayapura pada 2003. Mulai 2003-2005, Fonataba menjadi penjabat bupati. Baru pada 2005, dia secara resmi menjadi bupati.

Jadi, bapak empat anak tersebut adalah bupati pertama di kabupaten tersebut. Awal-awal menjadi kabupaten baru, kondisi Sarmi masih sangat memprihatinkan. Dari Kota Jayapura menuju Sarmi, saat itu belum ada jalan darat. Jadi, kalau hendak pergi ke Sarmi, seseorang harus menggunakan pesawat udara atau kapal laut.
 
Namun, kini Sarmi sudah berkembang. Perjalanan dari Kota Jayapura menuju Sarmi sudah bisa ditempuh lewat jalur darat. Waktu tempuhnya 6-7 jam. Fonataba menceritakan pengalamannya ketika dipercaya sebagai penjabat bupati Sarmi pada 2003. Kala itu, 330 di antara 365 hari dalam satu tahun selalu dia habiskan di tempat tugas.
 
"Sebagai daerah baru, kalau pemimpin tidak ada di tempat, sangat sulit membangun kepercayaan rakyat. Dengan selalu berada di tempat, bila ada masalah, pemimpin bisa langsung memecahkannya," kata lulusan magister manajemen Universitas Hasanuddin pada 2002 itu.
 
Ketika ditanya soal gagasan pembangunan rumah untuk rakyat tersebut, Fonataba menjelaskan bahwa ide tersebut sebenarnya datang dari istrinya, Amelia Waromi. "Dia (sang istri) selalu setia mendampingi saya berkeliling dari satu desa ke desa lain," papar dia.

Suatu ketika, Fonataba bersama istrinya melewati Kali Waskei di Kampung Bagaserwar. Saat itu malam, sekitar pukul 19.30 waktu setempat. "Kami melihat warga kampung itu pulang dari kebun yang jaraknya sekitar 7 kilometer dengan berjalan kaki," paparnya. Ketika itulah istri Fonataba mengusulkan pembangunan rumah di dekat kebun warga tersebut. "Sejak saat itu, mulai 2006 dianggarkan pembangunan rumah rakyat bertipe 36 sebanyak seratus unit," papar dia.

Sebanyak 50 rumah dibangun di Kampung Bagarserwar dan 50 unit lagi didirikan di Kampung Kasukue. Rumah-rumah tersebut dibangun di atas tanah adat masyarakat setempat. Yang menentukan lokasi pembangunan rumah itu adalah ondoafi (tokoh adat) dan kepala kampung. Dengan begitu, diharapkan tidak ada masalah di kemudian hari.

Diceritakan, setiap rumah itu diberi dua tempat tidur, lampu solar cell, dan sumur. "Setelah rumah jadi, kami melihat anak-anak belajar di rumah masing-masing di bawah cahaya lampu dari solar cell tersebut. Sungguh kami terharu saat itu. Sebab, di tengah hutan yang sebelumnya gelap, kini mereka mulai merasakan sedikit kemajuan," tutur penerima penghargaan Satyalancana Pembangunan pada 2009 tersebut.

Dari situlah, pada 2007 dianggarkan lagi pembangunan 600 lebih rumah rakyat. Kemudian, pada 2008 juga dibangun 600 unit lebih rumah itu. Akhirnya, pada 2010 telah dibangun 2.499 rumah rakyat. "Untuk satu kali tahun anggaran, biaya (pembangunan rumah rakyat) sekitar Rp 80 miliar dari dana alokasi umum (DAU). Untuk satu unit rumah, dianggarkan Rp 120 juta. Ada pula yang Rp 140 juta, bergantung tingkat kesulitan daerah. Namun, sekarang transportasi darat sudah lancar sehingga anggaran rata-rata untuk per unit rumah Rp 100 juta," terang alumnus IIP (Institut Ilmu Pemerintahan) pada 1987 tersebut.

Rumah-rumah itu dibangun di pinggir jalan. Tujuannya, rakyat mudah mengakses alat transportasi untuk memasarkan hasil kebun. Jarak rumah yang satu dengan lainnya 100 meter. Halaman rumah digunakan untuk menanam bunga. Tanah di samping kanan atau kiri rumah dimanfaatkan untuk menanam ubi-ubian dan sayuran. Selain itu, lahan di belakang rumah digunakan untuk berkebun.

Setelah masyarakat mempunyai rumah dan kebun yang sudah menghasilkan, harus ada alat transportasi untuk memasarkan hasil kebun tersebut. Karena itu, harus ada truk. "Kami mulai mengadakan program bantuan truk ke kampung-kampung pada 2007. Kemudian, menyusul pengadaan truk pada 2008, 2009, dan 2010. Karena itu, sekarang telah ada 48 truk," jelas dia.

Pada dua tahun pertama, pemda masih memberikan bantuan untuk perawatan truk itu. Namun, pada tahun ketiga, pemerintahan di daerah tersebut sudah berjalan sendiri.Tiga hari truk-truk tersebut digunakan untuk memasarkan hasil kebun ke Kota Sarmi maupun Jayapura. Kemudian, tiga hari sisanya, truk dimanfaatkan untuk mencari uang. Dengan begitu, masyarakat bisa membeli solar, membayar sopir, maupun membiayai perawatan truk. "Memang berat. Tetapi, sekarang sudah ada tiga kampung yang mampu beli truk lagi," ungkap dia.
 
Di wilayah Sarmi, awalnya ada 58 kampung. Kemudian, ada pemekaran sehingga menjadi 86 kampung. Yang mendapatkan bantuan truk itu adalah kampung-kampung induk. Soal penghargaan ketiga dari Muri karena termasuk pejabat yang melakukan kunjungan kerja paling sedikit ke daerah, dia menganggapnya biasa saja. Selama lima tahun menjadi bupati, dia mengatakan hanya empat kali melaksanakan kunjungan dinas ke luar daerah. Seluruh tujuan kunjungan itu adalah Jakarta. "Bahkan, dua tahun saya tidak pergi ke Jakarta, yaitu 2008 dan 2010," tegas penerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha pada 2010 tersebut.
 
Itu tentu sangat berbeda dengan bupati-bupati lain di Papua, yang sangat sering pergi ke Jakarta. Bahkan, di antara mereka, ada bupati yang selalu menghabiskan weekend di Jakarta. Seringnya, para bupati tersebut pergi ke Jakarta dengan alasan melobi pemerintah pusat.

Mengapa tidak melobi pemerintah pusat seperti bupati lain? Dengan tegas, Fonataba menyatakan, sekarang lobi tidak diperlukan lagi. Sebab, aturan sudah jelas. "DAU dan DAK (dana alokasi khusus) sudah jelas. Jadi, tidak ada begitu-begitu lagi. Dulu, boleh begitu. Tapi, sekarang mereka (pemerintah pusat) melihat hasil kerja kami. Kalau kami kerja baik dan laporan dikirim secara rutin, DAU dan DAK pasti ditetapkan. Jadi, untuk apa sebenarnya ke Jakarta" ucap dia. "Kalau semua bupati datang, lalu dikasih arahan, itu kan hanya bersifat seremonial. Lebih baik melihat kesulitan rakyat," imbuh dia.
 
Tiga penghargaan dari Muri tersebut dia persembahkan kepada semua masyarakat Sarmi.

Read more

Senin, 12 September 2011

Pembuatan Keputusan

0

Pembuatan keputusan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan peranan penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Perencanaan menyangkut keputusan-keputusan sangat penting dan jangka panjang yang dapat dibuat manajer. Dalam proses perencanaan, manajer memutuskan tujuan-tujuan organisasi yang akan dicapai, sumber daya-sumber daya yang akan digunakan, dan siapa yang akan melaksanakna setiap tugas yang dibutuhkan. Seluruh proses peerenacanaan itu melibatkan manajer dalam serangkaian situasi pembuatan keputusan. Kualitas keputusan-keputusan manajer akan menentukan efektifitas rencana yang disusun.
Pembuatan keputusan (decision making) menggambarkan proses melalui mana serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. George P. Huber membedakan pembuatan keputusan dari pembuatan pilihan ( choice making) dan dari pemecahan masalah ( problem solving). Dipihak lain, banyak penulis dan manajer menggunakan istilah “pembuatan keputusan dan pemecahan masalah” sebagai istilah yang dapat dipertukarkan, dan dalam bab ini akan digunakan istilah pembuatan keputusan yang mencakup artian keduanya.


Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambilan keputusan (decision maker) yang hasilnya keputusan (decision).
Defenisi-defenisi Pengambilan Keputusan Menurut Beberapa Ahli :

G. R. Terry
Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.

Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

Theo Haiman
Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.

Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.

Chester I. Barnard
Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.


Macam-Macam Keputusan

a. Keputusan Auto Generated
Keputusan semacam ini diambil dengan cepat dan kurang memperthatikan., mepertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusannya. Keputusan auto generated ini kurang baik, sebab resikonya tinggi.

b. Keputusan Induced
Keputusan induced diambil berdasarkan scientific managemen atau managemen ilmiah, sehingga keputusan itu logisk, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resikonya relative kecil; cuma proses pengambilan keputusan lebih lambat.


Pengambilan keputusan adalah manajer (pemimpin) baik secara “individual decision maupun group decision” yang mempunyai kewenangan untuk memutuskannya.
Individual decision, keputusan “hanya” ditetapkan oleh seorang manajer; sedang para bawahan hanya dapat berpartisipasi memberikan saran-saran, pendapat-pendapat, dan informasi saja, tetapi tidak berhak untuk ikut memutuskannya.
Kebaikannya:
1. keputusan dapat diambil secara cepat
2. penanggungjawab keputusan itu jelas
3. biaya pengambilan keputusan relative kecil
4. kecakapan seorang manajer dapat dimanfaatkan

Keburukannya:
1. keputusan itu kurang baik, sebab kemampuan decision maker terbatas
2. prestise manajer akan berkurang, jika keputusannya ternyata salah
3. realisasi keputusan mengalami kesulitan, sebab para bawahan kurang meresapinya
4. pembinaan bawahan kurang diperhatikan, karena mereka tidak diikutkan dalam menetapkan keputusan, akibatnya kesinambungan pimpinan oganisasi kurang terjamin

Group decision, keputusan itu ditetapkan oleh para anggota grup, baik atas hasil mufakat dan musyawarah, maupun atas voting. Dalam proses pengambilan keputusan anggota grup ikut berperan aktif membicarakan tujuan dari “keputusan, resiko, dan dampak keputusan serta ikut menetapkan keputusan tersebut”.
Kebaikannya:
1. keputusan rewlatif lebih baik, logis, ideal, sebab merupakan hasil pemikiran dari beberapa orang
2. kecenderungan untuk bertibdak otoriter dapat dihindarkan
3. kerjasama relative akan dapat ditingkatkan diantara sesama anggota grup
4. resiko dan dampak negative dari keputusan semakin kecil
5. pembinaan para annggota grup akan lebih baik

Keburukannya:
1. pengambilan keputusan relative lama, bahkan sering bertele-tele
2. biaya pengambilan keputusan relative lebih banyak
3. penanggungjawab keputusan kurang jelas
4. minoritas kadang-kadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara

Group decision ini hanya dapat ditetapkan dalam organisasi komite dan dalam pimpinan presidium saja, dimana para anggota mempunyai hak suara yang sama, misalnya dalam MPR, DPR, dan Koperasi.


Basis Pengambilan Keputusan

Basis pengambilan keputusan (decision making) yang dilakukan oleh manajer (decision maker) biasanya didasarkan atas:
a. keyakinan
b. intuisi
c. fakta-fakta
d. pengalaman
e. kekuasaan

Keyakinan; manajer (decision maker) dalam pengambilan keputusan (decision making)-nya didasarkan atas keyakinan bahwa “keputusan” (decision) inilah yang terbaik setelah diperhitungkan dan dianalisis faktor-faktor internal dan eksternal serta dampak positif dan negative dari keputusan tersebut.
Intuisi; manajer dalam pengambilan keputusan didasarkan atas suara hati (intuisi)-nya, bersifat ilham dan perasaan-perasaan (good feeling)-nya. Sasaran-sasaran, pengaruih, preferensi, dan psikologis individu pengambil keputusan memegang peranan penting. Disini ilmu subjektif sangat vital. Pengambilan keputusan secara intuitif ini sacara tidak sadar dipengaruhi oleh pengetahuan masa lalu, latihan-latihan, dan latar belakang. Biasanya ia seorang aktivis, dinamis, dan senantiasa bertanya tentang situasi-situasi dan ia menemukan pemecahan atas problem-problem sulit. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi biasanya mengandalkan naluri, perasaan pribadi, kemampuan mental, tetapi setiap situasi dihadapinya dengan sikap realistis dan memutuskannya menurut perasaan saja.
Fakta-fakta; pengambilan keputusan didasarkan atas hasil analisis data, informasi, dan fakta-fakta, serta didukung oleh kemampuan imajinasi, pengalaman, perspektif yang tepat, dan daya pikir untuk mengimplementasikan situasi dan kondisi masa depan. Dalam hal ini manajer jangan menjadi robot analisis data informasi, dan fakta yang komplet. Keputusan (decision) yang ditetapkan berdasarkan fakta-fakta ini relative baik, logis, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan serta bisa diterapkan pada setiap situasi dan kondisi.
Pengalaman; manajr dalam pengambilan keputusannya didasarkan kepada pengalamannya dan pengalaman pihak-pihak lain. Pengalaman sangat berharga, memberikan petunjuk-petunjuk dan memberikan jawaban atas pertanyaan “apa yang harus dilakukan dalam situasi dan kondisi ini?”
Kekuasaan; decision maker dalam pengambilan keputusan (decision maker) harus berpedoman atas kekuasaan (autority) yang dimilikinya, supaya keputusan (decision) itu sah dan legal untuk diberlakukan. Hal ini disebabkan autority merupakan dasar hukum untuk bertindak dfan berbuat sesuatu.

Tehnik-Tehnik Pengambilan Keputusan

Manajer dalam pengambilan keputusan dapat melakukannya dengan tehnik-tehnik :
1) operation riset; yaitu dengan menggunakan metode-metode scientific (yang meliputi tehnik-tehnik matematis) dalam analisis dan pemecahan suatu masalah tertentu—penerapan tehnik ini adalah usaha inventarisasi.
2) Linear programming; yaitu dengan menggunakan rumus-rumus matematik yang disebut juga factor analysis.
3) Gaming war games; yaitu dengan teori yang biasanya digunakan untuk menentukan strategi.
4) Probability; yaitu dengan teori kemungkinan yang dapat diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal yang tidak normal, mengenai sebuah keputusan yang dipertimbangkan dan diperhitungkan.
5) Ranking and statistical weighting; yaitu dengan cara :
(a) melokalisasi berbagai factor yang akan mempengaruhi keputusan terakhir. (b) menimbang factor-faktor yang dapat dibandingkan dan yang tercakup didalam setiap alternative.

Scientific management adalah suatu cara yang berupa pemeriksaan dan analisis yang logis, yang mengarah kepada keputusan yang efektif.
Prosedur pengambilan keputusan berdasarkan scientific management menurut pendapat :

Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan
1. decision maker (manajer) harus mengetahui secara jelas masalah (problem) yang akan diputuskan dengan merumuskan dan menganalisisnya secara cermat.
2. mengumpulkan data, informasi, dan fakta yang ada relevansinya dengan masalah yang akan diputuskan.
3. mengevaluasi dan menganalisis data, informasi, dan fakta yang telah dikumpulkan.
4. menetapkan sejumlah alternative keputusan yang akan diambil.
5. mengembangkan dan mengimplementasikan alternative pilihan yang ada.
6. memilihj keputusan yang terbaik dari alternative-alternatif itu.
7. menetapkan suatu keputusan, menjadi tindakan yang paling efektif dan efesien.
8. keputusan harus diinformasikan untuk ditaati dan dilaksanakan menjadi tindakan nyata dan mengikat bagi semua karyawan.

G. R. Terry
1. merumuskan problem yang bersangkutan
2. menganalisis problem tersebut.
3. menetapkan sejumlah alternative.
4. mengevaluasi masing-masing alternative.
5. memilih alternative yang akan menjadio keputusan dan yang akan dilaksanakan.

Peter F. Drucker
1. menetapkan masalah.
2. menganalisis masalah.
3. mengembangkan alternative-alternatif pilihan.
4. mengambil keputusan yang tepat.
5. mengambil keputusan menjadi tindakan yang efektif.

Prosedur pengambilan keputusan harus dilakukan dengan baik dan cermat, supaya resiko keputusan itu relative kecil. Harus dihayati bahwa setiap keputusan selalu menghadapi resiko, dan resiko ini menjadi tanggung jawab decision maker.

Aspek-aspek pengambilan keputusan, yaitu :
1) pribadi dan kepribadian decision maker
2) sifat masalah yang dihadapi.
3) Pandangan dan kecakapan factual decision maker terhadap masalah yang dihadapi.
4) Kondisi institusional (lembaga) bersangkutan.
5) Situasi umum yang menjadi lingkungan sekitar.

Faktor-faktor penolong pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
1) harus diperhatikan emosi dan aturan-aturan,baik yang tangibles maupun intangibles
2) setiap keputusan harus mendorong tercapainya tujuan
3) suatu keputusan tidak selalu memuaskan semua pihak
4) hanya ada satu pilihan yang paling memuaskan atau terbaik
5) pengambilan keputusan adalah mental action dan harus di transfer ke dalam physical action
6) pengambilan keputusan yang efektip memerlukan waktu,dana,data informasi dan fakta yang cukup
7) membuat keputusan dalam prakteknya,membutuhkan kecakapan, pengalaman, dan imajinasi
8) pengambilan keputusan merupakan awal dan mata rantai aktivitas
9) setiap keputusan harus dilaksanakan

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting